Karya: Farel Rakha D.
Pada
tahun 2032 beberapa peneliti mulai khawatir tentang memburuknya keadaam alam
yang ada di dunia.
Para
peneliti tersebut mulai berpikir apa dampak yang ditimbulkan oleh beberapa
factor-faktor manusia tersebut. Karena oleh beberapa faktor tersebut lapisan es
yang ada di Arktik dan Antartika pun mulai mencair. Para peneliti tersebut
yakin jika kebiasaan para manusia serakah tersebut akan menyababkan seluruh
daratan akan digenangi air dari mencairnya es yang ada di Arktik dan Antartika
tersebut.
Setelah
memikirkan solusi dari akibat keadaan alam yang semakin memburuk itu, akhirnya
para peneliti menemukan solusinya yaitu membuat kota di dalam air untuk
menyelamatkan umat manusia yang tersisa dari banjir besar yang akan datang.
Para
peneliti pun mulai membuat alat-alat yang diperlukan untuk membuat bangunan
yang ada di dalam laut. Setelah bersusah payah untuk membuat alat tersebut,
akhirnya para peneliti tersebut menemukan alat yang tepat untuk membuat banguan
yang ada di dalam laut.Alat itu diberi nama regulator magnetic gun, sebuah alat
yang bentuknya seperti pengering rambut dan memiliki corong di muka alatnya,
alat ini memiliki 3 tombol yang ada di pegangan alatnya, dan memiliki sumber
energi dari energy nuklir yang diubah menjadi energi listrik. Cara memakainya
yaitu tinggal menekan tombol pertama yang ada di pegangan alatnya dan
mengarahkannya ke bahan-bahan yang terbuat dari baja, lalu menekan tombol kedua
untuk menyatukan bahan-bahan tersebut, setelah selesai digunaka tekan tombol
ketiga untuk mematikannya.
Para peneliti akhirnya membagun sebuah kota
di kedalaman 75 meter di bawah laut, supaya tekanan dan suhu di dalam kota
tersebut stabil. Setelah menhabiskan waktu 8 tahun untuk membangun kota ini,
akhirnya terselesaikan juga pada tahun 2040. Kota ini diberi nama Atlantis,
sesuai dengan mitos kota bawah laut yang ada sejak 9500 tahun SM oleh pemimpin
dari para peneliti ini yang bernama Profesor Gerald . Seorang pemuda yang
jenius dan pantang menyerah dalam melakukan pekerjaanya.
Setelah
terbangunnya kota Atlantis, Profesor Gerald berencana meresmikannya. Namun
surat peremian Profesor Gerald ditolak oleh pemerintah setempat, karena
pembangunan kota tersebut dianggap illegal dan berbahaya untuk diakukan.
Profesor Gerald teramat sedih oleh keputusan pemerintah kala itu, dan akhirnya
terpaksa meninggalkan kota tersebut. Tetapi Profesor Gerald memunyai rencana
rahasia yaitu Profesor Gerald dan teman-temannya akan menetap di kota Atlantis
tanpa sepengetahuan pemerintah.
Benar
saja apa yang diperkirakan oleh para peneliti itu. Pada tahun 2042 mulai
menaiknya suhu di permukaan bumi, menyebabkan permukaan air di laut menaik dan
mulai menenggelamkan sebagian pulau-pulau kecil yang ada di dunia dan pada
puncaknya tahun 2043, permukaan es telah habis mencair, kenaikan permukaan air
laut pun semakin menjadi-jadi, air mulai merambat naik dari tepi pantai
pulau-pulau besar menuju daratan. Air yang bertamah naik ini menyebabkan
pelabuhan dan kota disekitar pantai tenggelam . Tidak hanya itu korban jiwa
yang tewas tenggelam mencapai ratusan ribu orang.
Pemerintah mulai panik, bagaimana menyelamatkan para
penduduknya, hartanya, dan kerabatnya, bahkan dia sendiri tidak tahu bagaimana
cara menyelamatkan dirinya sendiri dari rendaman air yang detik demi detik
bertambah tinggi kenaikannya. Akhirnya dia teringat oleh Profesor Gerald, dia
memberi petunjuk kepada penduduknya agar pergi ke kota Atlantis.
Setelah pemerintah dan penduduknya sampai di kota Atlantis,
mereka terkejut karena di sana udah ada Profesor Gerald bersama teman-temannya
berpesta ria menyambut kedatangan pemerintah dan penduduknya. Seketika
pemerintah meneteskan air matanya, betapa egoisnya dirinya pada 3 tahun yang
lalu, dia tidak menerima bahkan melarang Profesor Gerald untuk meresmikan kota
Atlantis, kota yang akan menyelamatkan nyawanya sendiri bahkan nyawa penduduknya.
Pemerintah meminta maaf kepada Profesor Gerald tentang apa yang dilakukannya
pada 3 tahun yang lalu. Profesor Gerald tentang apa yang dilakukannya pada 3
tahun yang lalu. Profesor Gerald memaafkan dan memersilahkan pemerintah dan
penduduknya untuk tinggal di kota Atlantis.
Akhirnya pemerintah dan penduduknya tinggal di kota Atlantis,
kota bawah laut yang menyelamatkan nyawa mereka dari banjir besar tersebut.
Profesor Gerald dan pemerintah akhirnya menjadi partner dalam memerintah kota
Atlantis. Mereka hidup dengan tenang dan damai di dalam pemerintahan Profesor
Gerald.
TAMAT
PesanAmanatCerita:
Jangan
menyepelekan ide atau saran dari orang lain, karena belum tentu apa yang
dikatakan orang itu salah.
PROFIL PENULIS
Nama : Farel Rakha Dzakwan
No : 07
Kelas : 4.S1.1
No
HP :082143066677
Medsos/email
:11rakhfarel@gmail.com
Alamat : Jl. Ahmad Yani
ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
ReplyDeletePromo Fans**poker saat ini :
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^