Karya : Kadziya Ika Auvia
Pada suatu hari terdapat anak bernama Rosa. Anak
itu sedang mengerjakan PR dikamarnya, saat itu sudah menunjukan pukul 10 malam,
ia sangat mengantuk, tetapi PR nya belum
selesai. Tiba-tiba… ada seorang wanita berbaju sangat indah seperti berlian,
wanita itu menghampiri Rosa “maukah kamu ikut denganku?” Tanya wanita itu. Rosa
seketika mengangguk meng-iyakan, padahal ia tidak tau kemana ia akan dibawa.
Rosa hanya mengikuti kemana wanita itu berjalan.
Tiba-tiba… Wushhh, ia seperti dibawa oleh angin
yang kencang menuju kerajaan yang sangat indah. Disana wanita itu
memperkenalkan dirinya, “Perkenalkan namaku Reta.” Ujar wanita itu “Reta,
tempat apakah ini?” Tanya Reta “Kerajaan Ritiam.” Jawab Reta “Mengapa aku tidak
pernah mendengar nama ker…” Reta memotong pertanyaan Rosa “Mau makan?” “Mau
banget!” Jawab Rosa yang saat itu memang sedang lapar.
Saat di ruang makan, Waw! Rosa sangat kagum dengan
banyaknya makanan disana, makanan itu sangat lezat!. Disana Reta bercerita
sekilas tentang Kerajaan Ritiam dan Ratu di kerajaan ini, kata Reta ratu lah
yang membawanya ke Kerajaan Ritiam, namanya Ratu Meglant. Tiba-tiba datang lah
seorang wanita yang sangat cantik datang menghampiri Rosa, ia memperkenalkan
dirinya sebagai Ratu Meglant. Ratu Meglant baik sekali, Rosa sangat senang bisa
berada di kerajaan itu.
Hari demi hari Rosa telah tinggal di kerajaan itu
bisa dibilang lumayan lama. Rosa sudah menganggap Ratu Meglant sebagai ibunya
dan Reta sebagai kakaknya. Suatu hari saat Rosa sedang berjalan-jalan ditaman
depan, ada seorang pemuda yang berkata “berhati-hatilah, jika kau dalam bahaya
bersiulah 7 kali, maka aku akan datang membantumu.” Ujar pemuda itu, Rosa sama
sekali tidak tau apa maksud dari perkataan pemuda itu. Sudah hampir 2 bulan
Rosa tinggal disana, tetapi perlakuan Ratu Meglant, Reta dan seluruh anggota
kerajaan berubah, Rosa seperti dijadikan pembantu disana. Ia diperintahkan apa
saja sesuai keinginan mereka, menyapu, megepel, mencuci baju, mencuci
piring,dll Rosa yang melakukannya. Rosa sudah tidak tahan lagi oleh perlakuan
mereka, Rosa ingin pulang ke tempat asalnya, bertemu orangtua dan saudara asli
Rosa.
Sudah 1 minggu lebih ia diperlakukan seperti itu,
Rosa teringat dengan perkataan pemuda yang ada di taman saat itu. Rosa langsung
bersiul 7 kali untuk meminta pertolongan dari pemuda itu, tak lama kemudian
datanglah pemuda itu dan masuk lewat jendela kamar Rosa “Ingin keluar dari
sini?” Tanya pemuda itu “Bagaimana kau bisa tau?” Tanya Rosa dengan bingung
“Sudah banyak orang korban Ratu Meglant yang seperti ini, kau terjebak dalam
mimpimu, jika kau ingin kembali ke dunia mu kau harus membunuh Ratu Meglant
dengan menusuk punggungnya, besok aku akan kembali dan membawa temanku untuk
membantumu keluar dari sini.” Ujar pemuda itu “Baiklah,terima kasih.”
1 hari kemudian……
Jam
10 malam pemuda itu kembali dengan membawa temannya, mereka menyusun strategi
untuk membunuh sang ratu, mereka sepakat akan membunuh ratu tepat pukul 12
malam, akhirnya pemuda dan temannya itu pulang menyiapkan alat untuk nanti
malam. Jam setengah 12 pemuda itu dan temannya kembali lagi dengan membawa
alatnya. Saat sudah hampir jam 12 malam mereka bergerak untuk menjalankan
misinya, mereka berjalan dengan perlahan menuju kamar Ratu Meglant, saat sudah
didepan kamar ratu dengan cepat pemuda itu langsung menendang pintu kamar ratu
dan datanglah seluruh penjaga kerajaan.
Akhirnya terjadilah perkelahian antara pasukan
kerajaan dengan para pemuda dan juga Rosa. Ditengah-tengah perkelahian Rosa
melihat Ratu Meglant berlari kabur keluar kamar untuk menyelamatkan dirinya,
Rosa yang melihatnya langsung berlari mengejar Ratu Meglant yang kabur, saat
Rosa sudah hampir mendekati Ratu Meglant Shttt… tombak yang dibawa Rosa melesat
tepat dipunggung Ratu Meglant.
Rosa terbangun dari mimpinya sambil sedikt
ketakutan, ia bingung apa kejadian itu benar-benar terjadi? Rosa pun memutuskan
untuk mencuci mukanya dulu agar tampak lebih segar. Saat turun dari ranjangnya,
ia menginjak suatu benda, saat dilihatnya ternyata itu adalah hiasan baju milik
Reta, ya… berlian yang ada dibaju milik Reta, Rosa semakin bingung apa kejadian
itu benar-benar dialaminya atau hanya mimpi?. Hari demi hari telah berlalu Rosa
sudah tidak lagi memikirkan tentang kejadian saat itu lagi karena menurutnya
lebih baik memikirkan hal-hal yang lebih bermanfaat dari pad harus memikirkan
hal itu.
TAMAT
Pesan Amanat
Cerita:
Jangan melihat orang dari awalnya saja dan jangan
mudah terpengaruhi oleh orang yang baru saja kita kenal.
PROFIL PENULIS
Nama : Kadziya Ika Auvia
No : 13
Kelas : 4S1.1
No
HP : 087773504120
Medsos/email
: via.mulyarto@gmail.com
Alamat : Perum. Dirgantara Permai blok A6
no 24
No comments:
Post a Comment