Karya: CECILIA NEO RENATTA
Siapa yang tahu? Kalian percaya bahwa di Bumi ada
4 dunia dan 4 kekuatan berbeda? Ya, kami menyebutnya dengan 4 clans dan 4
power. Di Bumi ini ada 4 kehidupan yang berjalan secara bersama-sama. Memang
letaknya berbeda nan jauh, juga tidak mudah untuk berpindah dari 1 clans ke
clans yang lainnya. Kami menggunakan lubang teleportasi yang memerlukan power
yang besar. Selain itu, 1 lubang hanya bisa diisi oleh 1 orang. Meskipun
berbeda dari banyak aspek, kami tetap menganggap semuanya sederajat dengan
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semuanya berjalan dengan harmonis,
tidak ada peperangan. Kami selalu bersatu demi menjaga Bumi dari pihak musuh
yaitu clans Shadaros dengan power bayangan yang ingin menguasai Bumi.
Namaku Earthi, dari clans Bumi. Clans Bumi
terletak tepat di permukaan Bumi. Powerku adalah tanah. Aku bisa mengendalikan tanah. Meskipun demikian, aku juga seperti remaj pad umumnya. Tidak ad
yang berbeda selain kekuatan yang kumiliki.umurku 16 tahun, aku bersekolah di
salah satu SMA Akademik terbaik di clans Bumi. Jadi bisa dibilang aku adalah
muris yang berprestasi. Tubuhku tidak terlalu tinggi, rambutu pendek, dan aku
memakai kacamata. Aku bukanlah anak yang populer di sekolah, aku juga berasal
dari keluarga yang sederhana. Ayahku bekerja sebagai petani, pekerjaan yang
sangat dihargai di clans Bumi. Clans Bumi dijuluki sebagai “Tameng Terakhir”,
mengapa demikian? Karena aat clans lain kalah melawan musuh, maka kamilah clans
terakhir yang melawan musuh. Karena itu, kami harus selalu siap saat musuh
datang, karena kami adalah harapan terakhir.
Aku Monsi, anggota
clans Bulan. Powerku air, aku ammpu mengendalikan air. Clans Bulan terkenal
dengan julukan “Sumber Daya Teknologi”, itu karen clans Bulan adalah clans yang
yang paling maju dibanding clans lainnya. Sayangnya kemampuanku tidak maksimal
di bidang teknologi, bebeda dengan ayahku. Meskipun demikian, aku tetap
bisabersekolah di SMA unggulan di clans Bulan. Itu karena baktkudalam
mengndalikan air. Sekarang umurku masih 15 tahun. Ciri fisikku, yaitu badan
yang lumyan tinggi, rambut panjang terurai, mata lebar, dan kulit yang putih.
Aku termasuk anak yang cukup populer di sekolah, selain karena wajah yang
cantik dan bakatku, aku jugaanak dari penemusenjata terhebat di clans Bulan
yang perbah ada. ,eskipun begitu, aku tidak pernah sombong dan tetap bergaul
dengan semua teman-temanku.
Starsi, itu namaku.
Penduduk clans Bintang. Angin adalh powerku. Aku bisa menciptakan angin tornado
besar sekalipun umurku 16 tahun, murid SMA resmi clans Bintang yabg dicap
sebagai salah satu muris yang berprestasi. Tubuhku tinggi, rambutku pendek, dan
mataku bulat. Aku adalah anak yang pendiam, hanya sedikit anak yang mau bermain
denganku.akuberasaldari keluarga yang sederhana. Ayahku adalah seorang
guru.clans Bintang terkenal dengan julukan “Penolak yang Sulit Dijangkau”
karena musuh yang akn melawan, harusbisa melewati benteng angin yang ada di
perbatasan clans. Karena itu, musuh seringkli menyerah saat sudah memasuki
clans Bintang, karena untuk mencapai permukaan clans saja tidak mampu.
Pagi ini, sebelum
memulai pelajaran, aku sudah terlebih dahulu dipanggil menghadap kepala
sekolah. Aku baru sekali melakukan pelanggaran, apakah karena pelanggaran itu
aku dipanggil kepala sekolah? Ternyata bukan. “Earthy, pemerintah mendapatkan
pesan dari clans Matahari, bahwa musuh kita, clans Shadaros, akan kembali
menyerang Bumi setelah 1.000 tahun yang lalu. Maka, setiap clans setuju
untukmengirimkan 1 perwakilannya untuk melawan Shad, pemimpin clans Shadaros.
dan pemerintah meminta sekolah kita untuk menirimkan 1 perwakilan muris
terbaik. Apakh kamu bersedia, Earthy?”. “Saya... Saya bersedia, Bu” jawabku
dengan sedikit ragu. “Baiklah, kalau begitu besok kamu akan dikirim ke clans
Bumi untuk mendapat pembekalan terlebih dahulu”. “Baik, Bu”.
“Apa?! Kamu mewakili
clans Bulan untuk melawan Shad, pemimpin clans Shadaros itu?” tanya temanku
terkejut. “Aku juga tidak menyangka bahwa clans Shadaros akan kembali menyerang
Bumi”. “Semangat Monsi, kami semua percaya, kau pasti bisa mengalahkan Shad”
kata temanku memberi semangat. “Tentu, terima kasih untuk kepercayaanmu itu”. Setelah
itu, kami segara kembali ke kelas karena bel tanda masuk sudah berbunyi.
“Apa kamu sudah
menyiapkan semuanya, Starsi?” tanya Ibuku, saat aku berkemas-kemas. “Sudah,
Bu”. “Sebenarnya Ibu masih khawatir pada keselamatanmu” kata Ibuku sedih. “Ibu
harus percaya padaku, aku pasti selamat dan aku akan kembali ke rumah, Bu. Aku
janji”. “Kalahkan Shad, semua orang di Bumi ini bergantung padamu”. “Baik, Bu”
jawabku. Setelah itu, Ibu menyuruhku tidur agar tidak kelelahan besok.
“Ayo cepat, Starsi,
nanti kamu terlambat!” seru Ayahku dari luar. Kami hendak menuju ke sentral
pusat, tempat lubang teleportasi akan membawaku ke clans Bumi. Saat sampai di
sentral pusat, lubang teleportasi sudah terbuka bagiku, kami berpelukan sambil
menangis. Tapi ini sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaga dan
mempertahankan Bumi. Aku segera masuk mengingat waktu yang terus berjalan.
“Jadi seperti ini
kehidupan di clans bumi” gumamku saat sampai di clans bumi dan menengok keluar
dari jendela gedung sentral pusat clans bumi. “Permisi, anda adalah perwakilan
clans bintang bukan?” tanya seorang pria yang sepertinya adalah pegawaidi
sentral pusat. “mari saya antar ke ruangan pembekalan”. Aku mengikuti pria
tersebut dan masuk ke sebuah ruangan. Disana ada tiga orang remaja perempuan
seumuranku dan seorang pria yang berdiri disamping layar, lalu aku segera duduk
disamping remaja yang berwajah cantik. “Semuanya sudah sampai, baik nama saya
Mr.Daros, saya yang akan memberikan pembekalan sebelum kalian berhadapan
langsung dengan Shad. Disini kalian harus bekerjasama karena kalian tidak akan
mampu melawan Shad seorang diri. Jadi sebelum kita mulai, silahkan kalian
saling berkenalan terlebih dahulu”. Aku menyapa remaja disamping ku “hai.. aku
Starsi dari clans bintang, kamu?”. Namaku Monsi dari clans bulan” jawabnya
dengan senyum yang manis. Kami berempat sudah saling mengenal, aku rasa
semuanya baik dan ramah, aku yakin pasti bisa dekat dengan mereka. “Baiklah
sekarang kita akan mulai dengan beberapa penjelasan tentang clans Shadaros. Dari
penjelasan itu aku mengerti bahwa clans Shadaros adalah clans yang kuat.
Setelah selesai, kami diperbolehkan istirahat sebentar sambil menata kamar.
Kami tinggal bersama di sebuah rumah dekat tanah lapang selama menjalani
pembekalan. “Lelah sekali hari ini, aku ingin segera makan siang” kata Sanri. ”Yah..
padahal kita belum berlatih, kita hanya sekedar mendengarkan penjelasan” timpal
Monsi. “Jadi kita akan tinggal disini, berlatih di lapangan itu dan mendapat
materi di sentral pusat?” tanya Earthi. Yah... begitulah keseharian kita
setelah ini.” Jawabku. Setelah itu kami mulai membereskan kamar dan
beristirahat.
Setelah makan siang
kami berkumpul di lapangan untuk tes power. “Selamat siang semuanya.. sebentar
lagi saya akan menguji seberapa besar kekuatan yang kalian miliki. Satu per
satu kami bergantian menunjukan kekuatan kami masing-masing. “Hebat sekali..
memang tidak salah clans telah mengirim kalian untuk melawan Shad”. Kami
tersenyum dan saling memandang. “Cukup untuk hari ini, besok saya tunggu pukul
8 diruangan tadi”. “Baik Mr.Daros”. Kami makan malam sambil bertukar cerita.. “
sebenarnya aku masih sedikit takut” kata Earthi. “Jangan khawatir, kita pasti
bisa mengalahkan Shad kalau kita bekerja sama” jawab Sanri.
“Hai, teman-teman, aku
dapat info dari teman sekolahku, bahwa nanti malam akan ada pesta dansa. Apakah
kalian mau ikut denganku?” tanya Earthy. “Tapi kami tidak mengenal siapa-siapa
di sini”. “Tidak masalah, akupun juga tidak mengenal siapa-siapa disini, aku
tidak punya teman iluntuk pergi, karena itu aku mengajak kalian”. Setelah
mendapat ijin dari Mr. Daros, kami segera bersiap dan pergi ke tempat pesta
dengan mobil yang disewakan untuk kami. Ditengah-tengah perjalanan, Earthy
memberhentikan mobil, ia tampak kebingungan. “Ada apa Earthy? tanyaku. “Aku
merasa bahwa ini bukanlah jalan yang seharusnya kita lewati”. “Kau tidak lupa
jalankan, Earthy?” tanya Monsi memastikan. “Kita berbelok ke jalan yang benar,
tapi bukan ini bukanlah lingkungan jalan yang sebenarnya”. Seketika semua benda
lenyap, semuanya menjadi gelap menyisakan kami ber-4 di sini. “Bagaimana dengan
pesta kalian? Seru?” tanya seseorang yang tidak asing lagi di telingaku. “Mr.
Daros?” tanyaku memastikan. “Tebakan yang tepat Starsi. Jadi begaimana? Apakah
kalian bersenang-senang? Tapi lebih menyenangkan lagi bila kalian menjalankan
tanggung jawab kalian yaitu dengan melenyapkanku dari Bumi ini”.
Kami berdiri bingung.
“Hahaha… aku yakin kalian masih bingung, memang kalian tidak sepintar yang
terlihat, bahkan kalian tidak menyadari bahwa musuh tangan selama ini kalian
tunggu, sudah berdiri di depan kalian”. Kami masih berusaha menebak apa yang
sebenarnya terjadi. “Sudahlah, memang pemikiran kalian lambat. Tidak usah
basa-basi lagi”. Dengan cepat ia melontarkan pukulan, kami tidak sempat
menghindar, pukulan tersebut mengenai kami dan kami terpental sejauh 3 m. Kami
berusaha bengkirai dan memberikan serangan balik. Banyak pukulan dan kekuatan
yang kami buat untuk melawannya, tapi dari semua serangan itu, tidak ada yang
mengenainya sama sekali. “Kalian hendak melawan aku? Pelatih kalian sendiri,
itu tidak mungkin bisa. Selama ini aku telah melatih kalian, aku sudah memahami
teknik serang kalian, jadi aku bisa dengan mudah menebak teknik serangan
kalian, yang tentunya banyak memberikan keuntungan bagiku untuk mengalahkan
kalian”. Kami tidak putus asa, Kamis tetap terus berusaha menyerang sekuat
tenaga, tetapi itu semua sia-sia, tidak ada serangan kami tanah mengenainya.
“Kalian tidak akan bisa mengalahkanku bila kalian tidak menyatukan power
kalian. Kami berpikir sejenak membuat rencana untuk menyerang Shad. Setelah itu
kami mulai berusaha mengepungnya dan menyerangnya dari berbagai arah. “Sebelah
sana, Monsi!” Teriakku memberinya aba-aba. Kami berhasil mengepung Shad,
kemudian kami menyatukan kekuatan. Terlihat lambang setiap power kami yang
melingkar tepat di atas Shad, kemudian lingkaran tersebut turun dan melenyapkan
Shad seketika. “Apakah kita berhasil melenyapkannya?” tanya Earthy. “Ya, dia
sudah kalah” jawabku. Kemudian aku bersorak gembira dan semua kembali seperti
semula, kami kembali ke jalan yang tadi tetapi hari sudah lagi
Kami segera pergi ke
sentral pusat untuk melapor, bahwa Shad sudah dikalahkan. Sontak semua kaget
dan senang. Pemerintah mengirimkan pesan pada clans lainnya, untuk memberi tahu
mereka tentang kekalahan Shad. Setelah mendapat ijin untuk kembali ke rumah
masing-masing, kami segera menuju ke lubang teleportasi untuk kembali ke clans
masing-masing masing, kami berpelukan dan menangis sebelum berpisah. “Jangan
lupakan aku ya teman-teman” kata Sanri. “Tidak akan, terima kasih untuk
semuanya ya, sering-sering berkunjung lagi” jawab Earthy. Setelah itu, kami
segera masuk ke lubang teleportasi masing-masing dan kembali ke clans masing-masing
TAMAT
Pesan Amanat Cerita:
Kita harus bersatu, bekerja sama untuk
menjaga Bumi dari orang-orang yang ingin merusak Bumi.
PROFIL PENULIS
Nama :
Cecilia Neo Renatta
No : 3
Kelas :
4.S1.1
No
HP : 082232946116
Medsos/email
: @cecilia.rntta
Alamat :
Jl. Bingkil no.15 Malang
ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
ReplyDeletePromo Fans**poker saat ini :
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^