Monday, February 11, 2019

Cicak dan Tokek


CICAK DAN TOKEK



Oleh : Tria Sabrina Surya Ramadhani

     Disebuah desa, terdapat keluarga tokek dan keluarga cicak yang bersaudara. Di keluarga tokek tersebut terdiri dari 3 anggota keluarga, yaitu Ibu tokek, Ayah tokek dan anak tokek. Anak tokek tersebut memiliki kelainan yaitu tidak bisa berbicara. Sedangkan di keluarga cicak, juga terdapat 3 anggota keluarga, tetapi anak cicak tersebut tidak memiliki kelainan. Anak cicak tersebut belum mengetahui bahwa saudaranya, yaitu anak tokek memiliki kelainan.

     Pada suatu hari, anak cicak mengajak anak tokek untuk bermain bersama "Hai tokek, ayo kita bermain bersama teman-teman yang lainnya di lapangan!" Ajak anak cicak. Tetapi anak tokek tersebut tidak menjawab, melainkan hanya menganggukkan kepala sebagai isyarat. Karena anak cicak belum menyadari bahwa anak tokek itu bisu, ia pun melanjutkan perjalannya. Saat di jalan anak cicak seringkali bertanya kepada anak tokek, tetapi anak tokek hanya menjawabnya dengan isyarat. Anak cicak pun merasa heran, dan akhirnya mulai menyadari bahawa saudaranya itu bisu, "Kenapa kamu diam saja? Kamu bisu ya?!" Saat anak cicak tahu bahwa anak tokek tersebut tidak bisa berbicara, anak cicak itu pun mengolok-olok anak tokek tersebut "Hahaha dasar anak bisu! Tidak bisa bicara! Mau jadi apa kamu nanti jika tidak bisa berbicara?! Hahaha" hingga akhirnya anak tokek tersebut mengangis dan langsung pulang ke rumahnya. Saat sampai dirumahnya, anak tokek itu mengadu kepada ibunya, karena ibunya merasa tidak terima, ia berdoa kepada Tuhan agar anak nya diberi kesembuhan dan bisa berbicara lagi. Suatu saat permintaan ibunya itu dikabulkan oleh Tuhan. Akhirnya anak tokek tersebut bisa berbicara. Meskipun anak tokek itu sudah tidak bisu, anak cicak tetap mengolok-olok si anak tokek tersebut, "Halah, meskipun kamu sudah tidak bisu, kamu tetap lah tokek yang jelek!" Ujar anak cicak. Mendengar perkataan anak cicak tadi, ibunya merasa murka dan berpikiran bahwa kaum cicak memang jahat dan tidak ada yang baik.

     Akhirnya ibu tokek mengutuk keluarga cicak agar tidak bisa berbicara apa-apa selain (cek-cek-cek-cek). Karena merasa menang, anak tokek beserta keluarga nya menyombongkan diri, dan terus mengolok-olok hewan yang mempunyai kelainan lainnya. Hari demi hari berlalu, tiba-tiba keluarga tokek terkena adzab, yaitu tidak bisa berbicara apa-apa selain  (tokek-tokek-tokek). Memang Tuhan itu maha adil.

     Akhirnya keluarga cicak dan keluarga tokek pun merasa bersalah dan menyesal karena perbuatannya masing-masing. Mereka sadar bahwa mengolok-olok teman dan memiliki sifat sombong adalah perbuatan yang tercela. Tetapi sayangnya keluarga tokek masih mempunyai dendam kepada keluarga cicak, karena telah mengolok-olok keluarganya. Akhirnya keluarga tokek sampai sekarang terus mengejar keluarga cicak hingga keturunannya untuk dimangsa.

     Maka dari itu, janganlah kalian suka mengolok-olok teman yang mempunyai kekurangan, janganlah sombong, dan tetap rendah hati juga saling menghargai. Karena perbuatan tersebut adalah perbuatan tercela dan kita pun juga bisa terkena adzab dari Tuhan.



Profil Penulis :



Nama : Tria Sabrina Surya Ramadhani
Kelas/ no absen : 6.S2.2/ 30
Email : tisyasabrina30@gmail.com
Akun Instagram : @tisya.sabrina
Alamat : Jl. Bandara Timika blok CL-09, Villa 
                Gunung Buring



     

No comments:

Post a Comment

Prestasi Tim Paduan Suara SMPN 3 Malang

Prestasi Spenti Teenage Choir Paduan Suara SMP Negeri 3 Malang bernama "Spenti Teenage Choir" berhasil menyabet juara pertama...