Sunday, February 10, 2019

Kucing dan Ikan

Kucing dan Ikan
Oleh : Maureta Mahira Fatin
Pada suatu hari di dunia Aquaclub, hiduplah sekelompok ikan yang sangat rajin. Ikan selalu berlatih menyanyi untuk memenangkan lomba paduan suara dari kucing. Tidak jauh beda dengan kucing, di dunia Meow-meow, mereka juga berlatih dengan sangat rajin. 

Hari perlombaan dimulai. Kelompok yang pertama menyanyi adalah ikan. Suara lembut dan merdu yang mengisi ruangan lomba sangat menenangkan. Beberapa menit kemudian, kelompok ikan selesai menyanyi dan giliran paduan suara kucing. Paduan suara kucing juga tak kalah menarik. Suaranya sangat merdu. Hingga tiba saat pengumuman. Anjing, burung, kelinci, babi, dan yang lainnya selaku juri mengumumkan "pemenangnya adalah...ikan!" seru para juri. Ikan merasa sangat senang. Namun tidak dengan kucing. Kucing merasa sedih dan marah. Kelompok kucing ingin balas dendam terhadap ikan. Niat kucing ingin balas dendam semakin menjadi-jadi. "Lihat saja ikan. Kau akan merasakan akibatnya jika berani mengalahkan kucing" ucap raja kucing. "Kenapa tidak kita bunuh saja mereka. Lagian ikan itukan kecil, tubuh kita lebih besar dari ikan" sahut salah satu kucing. "Baiklah kalau begitu. Kita tidak perlu susah-susah mencari makan mulai sekarang. Tinggal ambil, cakar, dan makan semua ikan itu" seru raja kucing. Keesokan harinya raja kucing mulai mengincar raja ikan. Ia pergi ke aquarium dunia Aquaclub. 1,2,3 happ... Raja ikan tertangkap, kucing mencakar, dan memakannya. "Lezat juga daging ikan hmm...aku menikmati sarapanku" ucap kucing dengan senyum sinisnya. Sejak saat itu kelompok kucing dari dunia Meow-meow selalu menyantap ikan.

Semenjak kematian raja ikan yang dilahap kucing, ikan menjadi was-was. Ikan selalu berjaga-jaga. Mereka berusaha agar tidak tertidur dan tidak memiliki rasa kantuk. Mereka tidak ingin lagi disantap kucing. Mereka berdo'a pada peri "wahai peru, tolong hindarilah kami dari rasa kantuk. Buat kami terus terjaga agar tidak menjadi korban pembunuhan kucing" do'a ikan. Hingga akhirnya sang peri mengabulkan permintaan ikan, namun ada syaratnya. Mereka akan kehilangan suaranya. Karena keinginan ikan yang kuat, ia rela dicabut suaranya demi bisa terus terjaga. 3,2,1,sringg...cahaya tongkat sang peri menyilaukan. Hingga mulai saat itu ikan tak pernah tidur dan tak bisa berbicara. Namun kucing tetap memburu ikan sebagai mangsanya. 

Dengan ini kita bisa memetik, kita tak boleh memiliki dendam kesesama makhluk hidup. Selain itu jika dalam perlombaan kida sudah kalah, maka kita harus sportif. Menerima kekalahan yang ada dengan lapang dada dan memperbaiki kekurangan penyebab kekalahan kita. Jangan melampiaskan rasa kesal akibat kalah dengan balas dendam. 

Biodata :
Nama : Maureta Mahira Fatin
No Absen : 20
No Hp : 081336509176
E-mail : re.tarara716@gmail.com
Alamat : Puri Cempaka Putih 1 Blok R-6

No comments:

Post a Comment

Prestasi Tim Paduan Suara SMPN 3 Malang

Prestasi Spenti Teenage Choir Paduan Suara SMP Negeri 3 Malang bernama "Spenti Teenage Choir" berhasil menyabet juara pertama...