Sunday, February 10, 2019

Kuda dan Keledai


Kuda dan Keledai

Oleh: Leandra Belva Varissa P.N/6.S2.1/17

Dahulu kala di sebuah hutan, hiduplah sekelompok kuda jantan dan betina. Seperti lazimnya kuda, mereka kuat dan tangguh. Kelompok itu beranggotakan tiga kuda jantan dan tiga kuda betina. Mereka sangat terkenal dengan keangkuhan dan kekejamanya terhadap penghuni hutan. Penghuni hutan sering menyebut mereka dengan sebutan 'Enam Tercela'

Suatu hari, datang seekor sapi tua yang ingin meminta bantuan pada salah satu kuda dari 'Enam Tercela'. "Tolong aku, aku tersesat dan tak tahu harus pergi kemana. Hari sudah gelap, bolehkah aku menginap di rumahmu sebentar saja?" Pinta sapi itu. Namun dengan angkuh, si kuda menjawab, "Enak saja, pergi kau dari sini! Tempat ini adalah markas kami, pergilah dan cari tempat lain!" Bentak si kuda. "Tapi, kasihanilah aku wahai kuda. Tak ada pemukiman di sini." Ujar sapi. "Itu bebanmu, tanggungglah sendiri! Pemukiman masih jauh dari sini. Hahaha!" Jawab si kuda jantan. Sapi tua yang malang meminta mereka untuk meminta maaf karena sudah berkata kasar. Enam Tercela malah kompak tertawa. Namun tiba-tiba, seberkas cahaya keluar dari tubuh sapi itu. Ajaib! Sapi tua itu berubah menjadi seekor ular yang bercorak aneh dan langka.

"Berani-beraninya kalian mengejekku seenaknya. Kalian pikir kalian adalah Raja? Boleh saja menolak, namun jangan disertai mengejek. Tak ada yang akan menyukai kalian. Terima akibatnya!" Seru sapi tua yang ternyata adalah jelmaan ular sakti. Seketika, tubuh keenam kuda berubah wujud. Telinga mereka lebih panjang dari aslinya. Kaki mereka memendek. Mereka merasakan beban berat dipunggung sehingga membuat tubuh mereka kecil. "Kami tak bisa berlari dengan cepat lagi. Bagaimana ini?" Ujar kuda jantan dengan gelisah diikuti oleh anggukan resah lima kuda lainya. "Itu bebanmu, tanggungglsh sendiri. Cobalah untuk lebih rendah hati." Ucap sang ular, lalu menghilang. Sejak saat itu, Enam Tercela tersadar. Walaupun buruk rupa, mereka tetap berusaha berbuat baik pada penghuni hutan. Kini, mereka dibedakan dengan kuda. Orang-orang memanggil mereka dengan nama Keledai.

Identitas:

Nama        : Leandra Belva Varissa P.N
Kelas         : 6.S2.1
No              : 17
Instagram: @leandrabelva
Alamat      : Komp. Amarta Blok F/21, ABD Shaleh, Malang

No comments:

Post a Comment

Prestasi Tim Paduan Suara SMPN 3 Malang

Prestasi Spenti Teenage Choir Paduan Suara SMP Negeri 3 Malang bernama "Spenti Teenage Choir" berhasil menyabet juara pertama...